Showing posts with label Pie. Show all posts
Showing posts with label Pie. Show all posts

Friday, February 14, 2014

Mulberry Cheese Pie

cheese pie

Awalnya ga ada niatan bikin camilan ini. Tapi pas ngeliat stok cream cheese masih banyak dan khawatir nasibnya berakhir sama dengan si krim kental, plain yogurt dan susu UHT cair, jadi lah ubek-ubek cari resep yang belum pernah dieksekusi. Lho emangnya si krim kental dan yang lainnya itu nasibnya kenapa? Ketiga barang itu mau ga mau berakhir di tempat pembuangan gara-gara kelamaan ada di kulkas padahal sudah dibuka dari kemasannya. Krim kental masih 100-an ml, plain yogurt sekitar 60ml dan susu UHT sekitar 75ml. Untuuuung sempet icipin si krim kentalnya, soalnya tadinya mau dipake juga di resep ini. Coba kalo langsung saya cemplungin, bisa terbuang percuma si cheese pie.

Untuk resep, saya lihat di blognya mba Hesti, tapi saya ubah sedikit takarannya menyesuaikan dengan bahan yang ada. Dan untuk topping, aslinya pake blueberry, tapi stok di kulkas hanya ada mulberry. Oya, untuk bahan alas/crust, saya tetap pakai resep crust yang tanpa telur, sudah ngerasa cocok dengan resep yang ini.

Mulberry Cheese Pie by Hesti
Modified by BunDaffa

Bahan Alas:
175 gram terigu

1/2 sdm gula halus
113 gram margarin/mentega
50 ml air dingin (saya ga pakai semua, ketika adonan dirasa sudah tidak terhambur lagi, saya hentikan penambahan air)

Bahan Isi:
240 gram cream cheese, diamkan dalam suhu ruang, lembutkan --> aslinya 300 gram, tapi stok saya cuma ada segini, hehe..
1/8 sendok teh garam
½ sendok makan kulit jeruk lemon --> skip karena si pohon lemon, buahnya masih mentah semua
110 gram gula pasir halus
75 gram telur --> kurleb 1 telur utuh + 1 kuning telur ukuran sedang
1 ½ sendok makan terigu
75 gram krim kental --> saya ganti susu cair karena si krim kental ternyata basi, hik hiks..
½ sendok makan air jeruk lemon --> skip

Topping (masak hingga kental):
1/2 botol kecil selai mulberry
3 sdm air

Cara Pengolahan:

Alas:
Campur terigu, gula halus dan margarin/mentega, tambahkan air dingin. simpan dalam kulkas selama kurleb 30 menit.
Giling tipis adonan. Cetak di loyang pie diameter 18cm.
Tusuk – tusuk dengan garpu. Lapisi atasnya dengan kertas roti lalu beri pemberat supaya adonan tidak menggembung ketika dioven (saya menggunakan beras)
Oven 15 menit dengan suhu 175 derajat Celsius. Dinginkan.

Isi: 
Kocok cream cheese, garam, kulit jeruk lemon, dan gula pasir halus asal rata. Masukkan telur. Kocok rata.
Tambahkan terigu, krim kental, dan air jeruk lemon. Kocok perlahan. Tuang di atas adonan alas.
Oven 40 menit sampai matang. Keluarkan dan dinginkan 15 menit di suhu ruang.

Topping: 
Tuang topping di atas pie, dinginkan dalam kulkas.

Rasanya? Ehm.. Enak kalo menurut saya. Dan bakal lebih enak lagi kalo dinikmatin dalam keadaan dingin trus makannya sedikit-sedikit, biar sensasi gurih keju dan asam manisnya mulberry benar-benar bisa dihayati *halah. Tapiiii sayangnya orang rumah kurang doyan euy. Mungkin karena masih asing ma rasa si cream cheese, jadinya kurang cocok di lidah mereka. Saya juga ga doyan-doyan amat sih, apalagi ngebayangin jumlah kalorinya, wiiiih ngeri-ngeri sedap, haha..

Naaah tadi sore kebetulan ada acara ketemuan dengan temen-temen. Saya bawalah beberapa potong cheese pie ini barengan dengan Pennylane Brownies Pie yang dibikin dadakan. Alhamdulillah laris maniiiiiis.. Malah dapet testi yang bikin seneeeeeeng, katanya: "Mulberry Cream Cheesenya enak mba, hampir mendekati cake shop", komen dari teman yang lain: "Iya tuh, pengen cream cheese lagi, gimana kalo kita ketemuan lagi?". Padahal mah seumur-umur saya ke cake shop paling banter beli black forest doang, hihi.. Makasih buat teh Dini dan teh Lia buat testi positifnya ^__^

mulberry cheese pie

Friday, February 7, 2014

Pennylane Brownies Pie

Sejak pagi, gerimis turun membasahi bumi Serpong. Sempat berhenti, tapi cuma sebentar aja, sampe saat postingan ini ditulis, masih saja gerimis disini. Pas liat stok cemilan, semua kosong. Roti maryam isi, habis. Pie susu spesial tinggal 1, toples kuker juga kosong melompong. Yak, saatnya kembali berjibaku dengan alat-alat perang, telur dkk-nya demi nyediain cemilan homemade penuh cinta *lebaaay* buatan sang emak. Karena cemilan ini didekasikan full untuk juragan cilik, jadi kudu bikin yang bener-bener dia suka, daaaan yang terpikir adalah mini brownies pie. Tapi kalo bikin kayak gitu lagi kok kayaknya bosen ya? Secara dah beberapa kali bikin dengan resep yang sama, pengen coba resep brownies yang beda, tapi tetap legit dan ga terlalu nyoklat (pengalaman bikin super fudgy brownies, daffa ga doyan samsek). Akhirnya pilihan pun jatuh ke resepnya mba Riana Ambarsari NCC, apalagi kalo bukan si Pennylane Brownies yang sudah tenar seseantero jagat maya itu?

Untuk resep crust, saya balik lagi make resep yang tanpa telur. Alasan pertama, demi mengirit telur yang harganya mulai naik-naik ke puncak gunung, di warung dekat rumah. Alasan lainnya karena pengen crust yang lebih crunchy. Resep asli browniesnya tadi saya lihat di blognya mba Ferona.

pennylane brownies pie


Resep Pennylane Brownies Pie
Crust by Nina Agustina

175 gr terigu protein sedang
1/2 tbs (7 gr) gula halus
113 gr salted margarin -- saya mix dengan salted butter
50-60 ml air dingin

Cara Membuat:
Campur margarin, terigu dan gula halus, aduk menggunakan garpu sampai berbulir.
Tambahkan air sedikit demi sedikit, hingga adonan tidak lagi menempel di wadah. Jika adonan dirasa sudah cukup mudah untuk dibentuk (ga mawur lagi), hentikan penambahan air.
Masukkan ke kulkas, diamkan selama 30 menit.
Keluarkan adonan dari kulkas, ambil secukupnya, pulung adonan lalu cetak di cetakan mini pie.
Tusuk dasar pie dengan garpu plastik agar tidak melembung ketika dipanggang.

Filling by Riana Ambarsari
saya hanya pakai 1/4 resep saja, dengan sedikit modifikasi
4 butir telur
360 gr gula pasir -- saya pakai gula halus
210 gr tepung terigu
1/2 sdt garam
1 sdt vanili bubuk
60 gr coklat bubuk
225 ml minyak goreng
120 gr kenari -- saya skip
85 gr chocolate chip -- saya pakai sedikit saja hanya untuk taburan
almond iris secukupnya untuk taburan

Cara Membuat:
Aduk telur dan gula halus dengan menggunakan wisk sampai tercampur rata, ga perlu sampai mengembang
Masukkan campuran terigu, coklat bubuk, vanili dan garam secara bertahap sambil diaduk rata
Masukkan minyak goreng, aduk rata.

Penyelesaian:
Tuang filling ke adonan pie sampai kira-kira 3/4 penuh. Taburi dengan bahan taburan (choco chips atau almond iris). Panggang dalam oven di suhu 150-160 dercel selama kurang lebih 45 menit atau sampai matang.

Hasilnya enyaaak.. Atasnya kering, dalemnya moist, rasanya legiiiit, dipadu rasa crust yang renyah dan gurih. Ga lama setelah dikeluarin dari oven, daffa langsung nagih, dan sukses menghabiskan 2pcs pie, begitu juga dengan saya. Andai ga inget kalo saat itu belum makan siang, kayaknya pengen nambah lagi *laper apa doyan ya? haha.. Dan yang bikin surprise, lapisan mengkilap di bagian atas brownies muncul tanpa disangka-sangka, padahal sebelumnya ga berharap banyak bisa sampai seperti itu. Wong ga ada trik atau tips khusus yang dipake biar si mengkilap itu bisa muncul, eeeh dia muncul sendiri, hihi.. Cumaaaa berhubung cuacanya mendung all day long, jadi susah buat ambil fotonya. Terpaksa deh jeprat-jepret di dalam ruangan dengan pencahayaan seadanya, ditambah lagi kamera yang dipake cuma kamera pocket biasa, jadi lah tambah pas-pasan fotonya. Tapi gapapa lah ya, ketimbang ga ada dokumentasi sama sekali, hehe.. *soalnya kalo disuruh bikin lagi, belum tau kapan, nunggu yang ini abis dulu.

Note: menurut mba Ferona, lapisan film tipis di bagian atas brownies itu bisa muncul kalo telur dan gula sudah dikocok sampai mengembang, lalu oven sudah dipanaskan di suhu tinggi sebelum adonan masuk. Jadi perpaduan 2 hal ini lah yang dipercaya akan memunculkan penampakan khas brownies yang mengkilap itu. Tapi tadi saya cuma pake whisk dan pengadukan pun ala kadarnya, tetap bisa muncul juga. Entah kenapa *bingung tapi seneng.

Pie Susu Spesial

Tadinya pengen ngasih judul "Pie Susu Premium" tapi kok kayaknya rada lebay ya? hihi.. Jadi lah kata premium diganti spesial aja, biar terdengar *eh terbaca ya?* lebih halus. Kenapa spesial? Soalnya bahan bakunya emang bener-bener bahan berkualitas semua, yang kalo dijual bisa-bisa harga per pc-nya mencapai 8000 rupiah *menurut itungan kasar ala saya, hehe..

Pertama nemu resep ini kayaknya secara ga sengaja, tapi lupa karena apa. Intinya lagi blog walking, tapi bukan khusus nyari resep pie, ndilalah terbaca lah resep spesial ini oleh mata saya di webnya mba Ferona. Buru-buru saya bookmark takut lupa. Nah kemaren kebetulan abis main-main ke supermarket, iseng ambil whipcream kemasan kecil yang 250 gram. Awalnya kepikiran mau bikin es krim, tapi entah kenapa justru kepincut sama resep yang ini.

egg tart, pie susu

Resep Egg Tart (Pie Susu) ala Mama Camila

Filling:
saya hanya pakai setengah resep saja
4 kuning telur
200 cc whipcream cair dairy -- saya 110 ml
1/2 kaleng susu kental manis -- saya 2 sachet skm
garam secukupnya
vanili secukupnya

Crust:
150 gr terigu
2 sdm maizena
1 1/2 sdm gula halus
1/4 sdt garam
1 kuning telur
100 gr mentega

Cara membuat (ala saya):
Crust: aduk terigu, maize, gula halus dan garam hingga tercampur rata. Tambahkan kuning telur dan mentega, aduk menggunakan garpu hingga berbutir-butir, simpan dalam kulkas selama 15-20 menit. Cetak dalam cetakan pie kecil, tusuk-tusuk bagian dasarnya dengan menggunakan garpu, sisihkan.
Filling: campur semua bahan, aduk rata.

Penyelesaian: tuang adonan filling ke dalam crust sampai penuh, oven dengan menggunakan api atas bawah pada suhu 150 dercel selama 50 menit atau tergantung oven masing-masing. Jika adonan filling terlihat-lihat meletup-letup, kecilkan suhu sedikiiiiit saja, lanjutkan memanggang sampai matang. Keluarkan dari oven, tunggu sampai agak hangat, keluarkan dari cetakan. Lebih nikmat kalau dinikmati dalam keadaan dingin kulkas.


Untuk crust, saya bikin full 1 resep, sedangkan fillingnya hanya setengah resep dan hasilnya sekitar 9pcs pie (tapi masih ada sisa crust-nya sih). Yang saya suka dari resep ini adalah proses pembuatannya yang simpeeel banget, cukup aduk-aduk pake garpu (metode all in one), selesai deh. Jadi ga perlu ninggalin banyak perabotan kotor di bak cucian, haha.. Oya, saya agak kesulitan pas ngeluarin pie dari cetakan, entah kenapa. Soalnya untuk resep-resep pie sebelumnya (kebetulan saya pake resep crust yang tanpa telur) hampir ga ada yang lengket di cetakan. Apa karena waktu memanggangnya masih kurang lama ya? Next time saya coba di 60 menit deh, biar crust-nya juga kuning kecoklatan, bukan kuning pucat seperti tadi. Satu lagi nih masalahnya, meski saya sudah pake suhu rendah, tetap saja ada adonan filling yang meletup-letup saat di dalam oven dan meninggalkan lingkaran kecil setelah pie dikeluarkan dari oven, jadi ga bisa muluuuus sempurna gitu. Apa itu artinya suhunya masih kepanasan ya? Ada yang tau? Share dong ^__^

Oya, pas adonan masih di dalam oven, komentar daffa adalah "hmm... baunya enaaaak", karena emang wanginya langsung menyebar ke seisi ruangan. Begitu matang, saya coba gigit sedikit pas masih hangat, ternyataaaaaa... enyaaaaaak.. Daffa juga langsung habis 2 pcs. Katanya rasanya juga enak dan saya dilarang keras bawa camilan ini ke toko, haha.. Kalo dia dah bilang gitu, berarti camilan ini emang uenaaak dan legiiit.. pas sama seleranya dia. Alhamdulillah, ga sia-sia bikin camilan dengan bahan-bahan yang relatif mahal, hihi..

pie susu spesial

Mulberry Choco Pie

choco pie

Rasa malas melanda. Hampir seminggu ga ada kegiatan baking, apa gara-gara kenabaking blue? *alasan, haha.. Tapi suwer, beberapa hari lalu saya sempet ngalamin maleeees pegang-pegang adonan, males megang otang dan segala pernak-pernik perlengkapan baking. Penyebab utamanya karena kejadian fancy roll cake yang tiba-tiba susah banget diajak kerja sama. Setelah sukses bikin FRC keroppi, niat hati mau lanjut bikin karakter kartun lainnya. Lha kok mendadak gagal mulu? Diitung-itung sampe kali ke-3 nyoba, masiiiiih aja gagal. Mulai dari adonannya yang bergerindil (salah timing masukkin si minyak goreng), pemanggangan adonan warna yang terlalu cepat (kurang set, jadi pas ditimpa adonan dasar, warnanya langsung acakadul) dan pewarnaan outline yang terlalu tipis. Adonan ke-4 Alhamdulillah jauh lebih baik, tapi tetap ga secantik si keroppi, jadi ga terlalu semangat buat foto-foto. Jadi lah setelah itu saya istirahat dulu baking-baking, daripada gagal lagi gara-gara moodnya lagi turun.

Si mood kembali dateng pas ngeliat foto-foto makanan berseliweran di wall FB. Dan saat menyambangi grup masak-memasak, disuguhi banyaaaak foto-foto makanan yang cakep-cakep. Pertahanan pun goyah, ngiler pengen bikin juga. Simpen resepnya, sambil nunggu bahannya lengkap, eksekusi deh. Tapi rada tertunda soalnya si juragan cilik mendadak demam dan maunya ditemenin terus all day long, emaknya ga bisa ngapa-ngapain jadinya. Alhamdulillah semalem dah mendingan, manjanya juga dah berkurang, jadi emaknya bertekad pagi ini harus ada resep yang dieksekusi. Daaan pilihan saya jatuh ke resep ini.

Blueberry Choco Pie
by Agatha M. Kuntari

Bahan Alas:
75 gr margarin
50 gr gula tepung
20 gr cokelat bubuk
1/4 sdt baking powder
1 kuning telur
125 gr terigu protein sedang

Bahan Isi:
50 gr mentega tawar
40 gr gula tepung
1 btr telur
40 gr terigu protein sedang
10 gr tepung maizena
1/4 sdt air jeruk lemon
1 sdm susu cair
50 gr selai blueberry, masukkan dalam plastik segitiga

Cara Membuat:
1. Alas, aduk bahan alas sampai bergumpal. Dinginkan 15 menit.
2. Bentuk di cetakan pai kecil yg dioles margarin. Tusuk-tusuk. Oven 10 menit dengan suhu 170 derajat celcius.
3. Isi, kocok mentega tawar dan gula tepung sampai lembut. Tambahkan telur. Kocok rata.
4. Masukkan tepung terigu dan tepung maizena sambil diayak dan dikocok rata. Tambahkan air jeruk lemon dan susu cair. Kocok rata.
5. Tuang sedikit adonan dalam pai. Semprot dengan selai blueberry. Tutup dengan sisa adonan.
6. Oven lagi 20 menit dengan suhu 170 derajat celcius sampai matang.
7. Hias atasnya dengan selai blueberry, setelah pai nya dingin.


Berhubung saya hanya punya selai mulberry, jadi judulnya ikut diganti dikit. Dan karena stok yang ada cuma butter salted, jadi lah saya pake itu, malah enak sih, ada asin gurihnya selain rasa manis yang mendominasi. Oya, untuk adonan isi, tadi saya bikin 2x lipat. Soalnya ga cukup euy, masih ada beberapa crust yang ga dapet isian. Apa ini karena saya nyetak crust-nya ketipisan ya? Soalnya ga suka sih crust yang tebel-tebel gitu, kesannya kurang renyah.

Review *cieee nggaya euy* pribadi: hasilnya enyaaak, ada wangi butter dan lemonnya. Apalagi pas ngegigit isian mulberry-nya ehm.. yummy... Cumaaa crust-nya renyaaah banget, mrupul malah. Jadi agak susah dilepasin dari cetakan. Kudu ati-atiiii banget megangnya, soalnya kena tekanan dikit aja, langsung hancur jadi remah-remah *ssst.. ada 3 pcs pie yang ga berhasil saya keluarin dari loyang, soalnya ternyata tekstur crust-nya masih agak basah, dipaksa pun yang keluar malah bagian isinya, haha..


Monday, February 3, 2014

Mini Brownies Pie

Niat hati pengen nyobain resep pumpkin pie. Meluncur lah ke supermarket terdekat buat hunting bahan-bahannya, sekaligus nyetok bahan kue lainnya. Karena buru-buru (berangkat dari rumah jam 9 malem, tuh SPM tutupnya kalo ga salah jam 10, jadi agak grusa-grusu pas ambil barang yang dibutuhin) jadi lah bahan utamanya justru kelupaan *tepok jidat. Sempat kepikiran, kalo diganti ke ubi jalar atau kentang kira-kira gimana ya rasanya? Ah tapi ngeri ah coba-coba gitu. Browsing resep, nemunya pie kentang yang isiannya daging, walah ya ndak cocok, wong saya pengennya pie manis.

Akhirnya niatan awal pun kudu dirubah. Banting setir ke jenis pie lain. Kebetulan banget pas lagi browsing resep pie ubi dan pie kentang malah ketemu sama resep brownies pie. Diliat-liat kayaknya enak dan kayaknya lagi, semua bahannya ada. Ah ya sud lah, ini aja yang dieksekusi. Daan pagi tadi nguplek lah saya di dapur. Ambil bahan-bahan di kulkas dan di penyimpanan bahan kering, eh eh DCC-nya mana nih? Perasaan masih punya setengah pack yang merk col*tt* deh, kok adanya cuma sedikit gitu? Hwaaa.. Kumaha inih? Setelah ditimbang, cuma ada sekitar 75-an gram, padahal di resep tertulis 370gr, jauh bangeeeet selisihnya. Mau banting setir lagi ke jenis pie lain kok ya males? Halah, udah deh nekat ajah, bikin sepertiga resep, meski DCC-nya kurang, tapi gapapa kali lah, toh kurangnya dikit ini. Mana ga punya coklat bubuk pula, haha.. kacaaau ini mah.

Nemu resep brownies pie pertama kali di blognya mba Rachmah tapi yang akhirnya saya bikin, lihat di blognya mba Nina soalnya penasaran sama resep crust-nya *ehm.. alasan jujurnya sih karena resep crustnya ga pake telur, maklum lagi irit telur, hehe.. Untuk crust, saya bikin 1/2 resep, sedangkan browniesnya hanya 1/3 resep. Untuk resep aslinya silahkan lihat di blog mba Rachmah atau mba Nina ya. Yang saya tulis di bawah adalah versi ekonomis ala saya *padahal mah karena ketiadaan bahan, hihi..

brownies pie

Brownies Pie
by Nina

Crust
Bahan :

175 gr terigu protein sedang
1/2 tbs (7 gr) gula halus
113 gr salted margarin
60 ml air dingin

Cara Membuat :
Campur margarin, terigu dan gula halus, aduk menggunakan garpu sampai berbulir
Tambahkan air sedikit demi sedikit, hingga adonan tidak lagi menempel di wadah
Masukkan di wadah dengan penutup kedap udara, taruh di kulkas selama 30 menit
Keluarkan adonan dari kulkas, ambil secukupnya, pulung adonan lalu cetak di cetakan mini pie
Tusuk dasar pie dengan garpu plastik agar tidak melembung ketika dipanggang

BROWNIES
Bahan :
73 gr salted butter
75 gr dark cooking coklat, cincang
2 butir telur
110 gr gula halus
73 gr terigu protein sedang
23 gr
susu bubuk
keju parut untuk taburan

Cara Membuat :
Lelehkan mentega dan DCC dengan cara ditim, dinginkan.
Kocok telur dan gula halus dengan wishker
Masukkan campuran mentega dan DCC, aduk rata
Masukkan terigu dan susu bubuk, lalu aduk rata

Penyelesaian :
Tuang adonan brownies ke adonan pie sampai kira-kira 3/4 penuh. Taburi dengan keju parut.
Oven hingga matang.



Note: putih-putih di atas adonan brownies itu keju parut ya. Niatnya sih biar ada nuansa kuning kecoklatan gitu, tapi ternyata saat masuk panggangan, si keju parut tenggelam masuk ke adonan, cuma tersisa sedikiiiit aja yang terlihat. Next time kayaknya mau nyoba masukkin keju parut pas adonannya dah setengah mateng. Tapi kata temen, khawatir nanti berpengaruh ke penampakan browniesnya. Iya kah? Ah dicoba dulu aja kali ya, ga akan pernah tau hasilnya kalo ga dicoba, iya kan? Hehe..