Showing posts with label Roti Unyil. Show all posts
Showing posts with label Roti Unyil. Show all posts

Thursday, February 20, 2014

Kreasi Roti Unyil untuk BMS#9 BKR

roti unyil

Dalam rangka ikut meramaikan event BMS#9 (Belajar Membuat Sendiri) di grup BKR yang bulan ini temanya adalah roti unyil jadi lah saya searching-searching aneka bentuk roti unyil baik di youtube maupun di blog & web orang lain. Biar makin variatif maksudnya, soalnya kalo bentuknya masih sama dengan yang sebelum-sebelumnya, nanti jadi kurang maksimalnya *nggaya, hehe.. Untuk resep rotinya sendiri, saya masih setia dengan resep Soft Breadnya bu Fatmah NCC

Bahan :
500gr tepung terigu protein tinggi
100gr gula
100gr mentega/margarin
11gr ragi instant
4 btr kuning telur
200ml air es
½ sdt garam

Cara membuat:

Campur semua bahan kering, kecuali garam, aduk rata
Masukkan air 200ml dan telur, aduk dan uleni sampai rata.
Masukkan mentega/margarin dan garam, uleni lagi sampai kalis elastis.
Diamkan selama 1 jam atau sampai adonan mengembang 2x lipat.
Kempiskan adonan, timbang 10 gram.
Beri isian dan bentuk sesuai selera. Diamkan lagi sekitar 30 menit.
Olesi atasnya dgn campuran kuning telur + susu cair.
Panggang dalam oven dgn suhu 200 dercel selama sekitar 12-15 menit
Diamkan adonan hingga mengembang 2 kali, lalu oven hingga matang.
Keluarkan dari oven, dan oles bagian atasnya dgn mentega/margarin

Kalau duluuuu saya membuat roti unyil dengan berat masing-masing roti sekitar 30 gram biar cepat selesai *ngaku, hihi.. maka sekarang persyaratannya, berat tiap roti maksimal 10 gram saja. What? 10 graaam? Yak, benaaaar. Dan ternyata setelah saya timbang-timbang, ya ampuuuuun kecil bangeeeeet. Kapan selesainya inih? Untungnya saya cuma bikin sedikiiiiiiit ajah, dari setengah resep masih saya bagi 2, setengahnya untuk dibikin roti sobek, setengahnya lagi baru dibikin roti unyil. Yang setengahnya ini pun masih saya "korupsi" untuk dibikin roti bentuk beruang, hihi..

Yang paling seru adalah saat membentuk roti berbentuk kelinci. Gara-gara pas browsing soal alat-alat bento (untuk diupload di FP) eeeh ga sengaja kebawa ke salah satu web LN yang postingannya tentang roti kelinci ini. Pas masih adonan sih, enak bentuknya dan dah dilihat-lihat lumayan mirip. Tapi kenapa setelah mateng, kok kayaknya jauh banget ya? Haha.. Trus biar agak hidup, saya foto lah si roti di atas rumput sintetis, eit tapi bawahnya sudah dialasin cupcase biar ga kotor.

roti unyil kelinci

Kalau roti beruang, pernah lihat di salah satu FP milik orang luar juga. Penasaran pengen bikin. Dulu dah pernah nyoba, tapi berhubung tingkat imajinasi saya kurang wokeh, jadi ga mirip beruang sama sekali, haha.. Karena saya lupa ngasih hidung dan tangan. Untuk kali ini, Alhamdulillah dah rada mendingan bentuknya, kayak gini nih:
roti beruang

Oya, kali ini saya cuma pake isian 3 macem saja: coklat, keju parut dan selai nanas homemade. Untuk isian coklat, biasanya saya cuma pake meises, tapi kemarin saya coba pake resepnya mba Endang JTT:
saya cuma bikin setengah resep
* 10 gram coklat bubuk
* 15 gram susu bubuk
* 50 gram gula bubuk
* 1/4 sendok teh vanila bubuk
* 50 gram margarine
campur semuanya dan aduk sampai rata

Alhamdulillah memuaskan hasilnya. Apalagi adonan yang ini saya uleni lebih lama dari biasanya. Jadi pas sudah matang, benar-benar empuuuuk dan lembuuut rotinya ^_^

Friday, February 7, 2014

Roti Unyil Versi NCC

Terobsesi bikin roti unyil, sampe-sampe pas tidur pun mimpinya lagi ngebaking, haha.. Saking penasaran gara-gara first trial roti unyil saya penampilannya ga enak dipandang mata. Kalau rasa sih, uenaaak secara saya pake resep soft breadnya bu Fatmah NCC dan bikin setengah resep ludes ga nyampe 2 hari. Padahal kayaknya semua yang tertulis di resep dah saya ikutin, ga ada bahan dan step yang terlewat. Tapi kenapa hasilnya ga sukses ya?

Coba-coba browsing, masih belum menemukan jawaban yang tepat. Akhirnya saya open postingan di wall FB dan di grup DA. Alhamdulillah dapet pencerahan. Katanya karena pengaturan apinya yang kurang pas. Roti-rotian seharusnya dipanggang dengan suhu tinggi dalam waktu yang singkat. Sedangkan saya sebaliknya, menggunakan api kecil dalam waktu lama. Ditambah oven yang saya punya hanya oven tangkring tanpa termometer, jadi hanya mengandalkan feeling untuk menentukan api besar atau api kecil.

Tak ingin berlama-lama memendam rasa penasaran, keesokan harinya saya langsung berkutat lagi dengan ragi dkk-nya demi menciptakan roti dengan penampilan yang cantik. Tapi kali ini saya menggunakan resep yang berbeda, hitung-hitung uji coba resep yang lain lagi. Daaaan.. Taraaaa.. Kali ini sukseeeees.. Lapisan atas roti berhasil kuning kecoklatan, bukan kuning pucat seperti ujicoba pertama, Alhamdulillah.. Ternyata anggapan awal saya bahwa untuk menghasilkan roti yang enak dan juga cantik harus menggunakan oven listrik karena ada fitur api atas, tak terbukti. Penasaran seperti apa penampilannya? Ini dia

roti unyil ncc

Resep roti saya ambil dari blognya Ummu Atikah sekaligus saya belajar membentuk roti unyil menjadi aneka bentuk *soalnya duluuu adonan roti hanya saya bentuk bulat-bulat saja, haha..

Bahan:
500 gr terigu cakra kembar
100 gr gula pasir
11 gr ragi instan (1 sachet)
4 buah kuning telur
200 ml air es
100 gr butter/margarin
5 gr garam

Cara:
1. Campur bahan kering kecuali garam, aduk rata
2. Tambahkan kuning telur, aduk rata
3. Tambahkan air es, uleni hingga setengah kalis
4. Tambahkan butter dan garam, uleni hingga kalis elastis
5. Diamkan selama 1 jam atau hingga mengembang 2x lipat. Tutup dengan serbet basah.
6. Kempiskan adonan, timbang 15 gr. Bulatkan. Diamkan sekitar 30 menit
7. Kempiskan lagi adonan dan bentuk sesuai selera. Olesi atasnya dengan campuran satu kuning telur dan 1-2 sdm air/susu cair.
8. Panggang dengan api bawah sekitar 10-15 menit, api atas dengan waktu yang sama suhu 200 C
9. Kalau atasnya sudah kuning keemasan, angkat dan panas2 olesi butter

Karena aktivitas bikin-bikin roti ini saya mulai agak siang *mulai nimbang-nimbang sekitar jam 8 pagi* dan ternyata untuk proofing saja butuh waktu lebih dari 1,5 jam sementara saya juga harus tetap ke toko jadi adonan saya bulatkan seberat 30gr saja, biar prosesnya cepat selesai, hehe.. Itu saja saya baru selesai beres-beres sekitar jam setengah 12 siang *lamanyaaaa... Mana hasilnya agak mengecewakan pula. Tapi melihat respon Daffa yang antusias *dalam waktu singkat, dia sanggup menghabiskan 5 buah roti* jadi ikut terhibur juga.