Hwaaaa.... Keasikan dengan mainan baru (baca: instagram) jadi lupaaa ngisi blog. Padahal mah uplek-uplek bakingnya tetep jalan. Jadi makin numpuuuuuuk PR-nya, yang abis pindahan blog aja masih belum selesai, dah nambah lagi beberapa PR baru, hiks hiks.. Well, daripada lama-lama meratapi nasib *sok lebay* mending langsung dimulai aja setoran PRnya ya.
Kali ini temanya masih seputar roti. Hais, roti mulu ya? Mudah-mudahan penyimak blog ini *sok geer* ga bosen bacanya ya? Secara camilan roti ini simpel bikinnya, dan hampir semua orang rumah suka. Jadi ga sia-sia kalo bikin rada banyak. Teruuus yang bikin rada galau adalaaah bikin roti yang kayak gimana nih? Roti unyil? Dah sering. Roti sobek? Apalagi. Trus apa dong ya? Ahaaa.. Triiing.. Ga sengaja muncullah sebuah foto roti dalam bentuk baru di wall FB saya. Jadi tertarik juga pengen nyobain. Langsung deh ubek-ubek perpusnya om google, cari resep dan cara bikinnya. Ow ow ow.. Ternyata resepnya agak beda dari resep roti yang biasa saya bikin. Hmm.. bikin ga ya? Aih, males ah, haha.. Saya tetep pake resep andalan aja, resep Soft Breadnya bu Fatmah NCC yang dah pasti enyak hasilnya. Tinggal nanti belajar cara ngebentuk rotinya ajah. Lho emang mau bikin roti apaan sih? Ini diaaaa.. ROLL BUN.
Harusnya sih di resep aslinya namanya Cinnabon alias Cinnamon Roll Bun. Tapi berhubung orang rumah ga pada suka sama aroma cinnamon aka kayu manis, jadi saya kudu muter otak apa pengganti si kayu manis yang disukain orang rumah. Setelah dipikir-pikir, dapet lah jawabannya, yaitu KOPI. Alhamdulillah punya pasta coffee boy yang wanginya hmmm.. menggugah selera banget.
Resep roti bisa dilihat disini. Untuk taburan/filling roll bunnya, yang saya pakai:
* mentega
* gula palem
* kismis
* pasta coffee boy
* vanili bubuk
Takarannya dikira-kira aja ya, soalnya punten, tadi saya ga pake ukur-ukur, hihi..
Cara membuat:
1. Setelah adonan selesai proofing pertama, tempatkan adonan di tempat datar, jangan lupa taburi terigu dulu biar ga lengket ya.
2. Gilas adonan sampai tipis membentuk persegi panjang.
3. Oleskan mentega dan pasta coffee boy. Lalu beri taburan gula palem, vanili bubuk dan kismis. Ratakan ke seluruh permukaan adonan, tapi sisakan sedikit di bagian ujung biar nanti adonannya mudah menempel saat digulung.
4. Gulung adonan mulai dari sisi terpanjang (bukan sisi lebar ya) seperti menggulung bolu gulung, sambil dipadatkan.
5. Potong-potong setebal kira-kira 2cm. Bisa dengan menggunakan pisau tajam atau menggunakan benang yang disimpul mati (jadi letakkan adonan melintang di atas benang, lalu tarik kedua ujung benang ke atas, simpulkan seperti ikat mati, nanti adonan akan terpotong otomatis dan hasilnya rapiiii jali).
6. Taruh masing-masing potongan adonan di atas cupcase yang sudah dioles mentega tipis-tipis atau bisa juga diatur langsung di atas loyang.
7. Diamkan sampai mengembang lagi, kurleb 30 menit. Oles atasnya dengan campuran 1 kuning telur + 1 sdm susu cair. Panggang di suhu 200 dercel selama 12-15 menit.
8. Keluarkan dari oven. Panas-panas olesi atasnya dengan mentega.
Oya, ada beberapa sumber yang menyebutkan kalo roll bun ini biasanya disajikan dengan hiasan icing di atasnya. Tapi berhubung saya ga mau terlalu manis, jadi saya ga pake hiasan apa-apa. Itu juga dah manis kok, soalnya gula palemnya saya kasih agak banyak, hihi..
Hasilnya? Hmm.. Legitnya gula palem berpadu dengan lembutnya roti ditambah sensasi kismis dan aroma kopi, bikin roti ini perfectooo banget *lebay lagi, hihi..* buat temen ngemil di pagi atau sore hari, nom nom nom.. Sayang taburan kismisnya kurang banyak, soalnya stok kismisnya dah sisa-sisa. Oya, manisnya menurut saya pas, ga kebayang deh kalo tadi ditambahin hiasan icing lagi, pasti jadinya maniiss banget nih roti.
Friday, February 28, 2014
Thursday, February 20, 2014
Kreasi Roti Unyil untuk BMS#9 BKR
Dalam rangka ikut meramaikan event BMS#9 (Belajar Membuat Sendiri) di grup BKR yang bulan ini temanya adalah roti unyil jadi lah saya searching-searching aneka bentuk roti unyil baik di youtube maupun di blog & web orang lain. Biar makin variatif maksudnya, soalnya kalo bentuknya masih sama dengan yang sebelum-sebelumnya, nanti jadi kurang maksimalnya *nggaya, hehe.. Untuk resep rotinya sendiri, saya masih setia dengan resep Soft Breadnya bu Fatmah NCC
Bahan :
500gr tepung terigu protein tinggi
100gr gula
100gr mentega/margarin
11gr ragi instant
4 btr kuning telur
200ml air es
½ sdt garam
Cara membuat:
Campur semua bahan kering, kecuali garam, aduk rata
Masukkan air 200ml dan telur, aduk dan uleni sampai rata.
Masukkan mentega/margarin dan garam, uleni lagi sampai kalis elastis.
Diamkan selama 1 jam atau sampai adonan mengembang 2x lipat.
Kempiskan adonan, timbang 10 gram.
Beri isian dan bentuk sesuai selera. Diamkan lagi sekitar 30 menit.
Olesi atasnya dgn campuran kuning telur + susu cair.
Panggang dalam oven dgn suhu 200 dercel selama sekitar 12-15 menit
Diamkan adonan hingga mengembang 2 kali, lalu oven hingga matang.
Keluarkan dari oven, dan oles bagian atasnya dgn mentega/margarin
Kalau duluuuu saya membuat roti unyil dengan berat masing-masing roti sekitar 30 gram biar cepat selesai *ngaku, hihi.. maka sekarang persyaratannya, berat tiap roti maksimal 10 gram saja. What? 10 graaam? Yak, benaaaar. Dan ternyata setelah saya timbang-timbang, ya ampuuuuun kecil bangeeeeet. Kapan selesainya inih? Untungnya saya cuma bikin sedikiiiiiiit ajah, dari setengah resep masih saya bagi 2, setengahnya untuk dibikin roti sobek, setengahnya lagi baru dibikin roti unyil. Yang setengahnya ini pun masih saya "korupsi" untuk dibikin roti bentuk beruang, hihi..
Yang paling seru adalah saat membentuk roti berbentuk kelinci. Gara-gara pas browsing soal alat-alat bento (untuk diupload di FP) eeeh ga sengaja kebawa ke salah satu web LN yang postingannya tentang roti kelinci ini. Pas masih adonan sih, enak bentuknya dan dah dilihat-lihat lumayan mirip. Tapi kenapa setelah mateng, kok kayaknya jauh banget ya? Haha.. Trus biar agak hidup, saya foto lah si roti di atas rumput sintetis, eit tapi bawahnya sudah dialasin cupcase biar ga kotor.
Kalau roti beruang, pernah lihat di salah satu FP milik orang luar juga. Penasaran pengen bikin. Dulu dah pernah nyoba, tapi berhubung tingkat imajinasi saya kurang wokeh, jadi ga mirip beruang sama sekali, haha.. Karena saya lupa ngasih hidung dan tangan. Untuk kali ini, Alhamdulillah dah rada mendingan bentuknya, kayak gini nih:
Oya, kali ini saya cuma pake isian 3 macem saja: coklat, keju parut dan selai nanas homemade. Untuk isian coklat, biasanya saya cuma pake meises, tapi kemarin saya coba pake resepnya mba Endang JTT:
saya cuma bikin setengah resep
* 10 gram coklat bubuk
* 15 gram susu bubuk
* 50 gram gula bubuk
* 1/4 sendok teh vanila bubuk
* 50 gram margarine
campur semuanya dan aduk sampai rata
Alhamdulillah memuaskan hasilnya. Apalagi adonan yang ini saya uleni lebih lama dari biasanya. Jadi pas sudah matang, benar-benar empuuuuk dan lembuuut rotinya ^_^
Friday, February 14, 2014
Mulberry Cheese Pie
Awalnya ga ada niatan bikin camilan ini. Tapi pas ngeliat stok cream cheese masih banyak dan khawatir nasibnya berakhir sama dengan si krim kental, plain yogurt dan susu UHT cair, jadi lah ubek-ubek cari resep yang belum pernah dieksekusi. Lho emangnya si krim kental dan yang lainnya itu nasibnya kenapa? Ketiga barang itu mau ga mau berakhir di tempat pembuangan gara-gara kelamaan ada di kulkas padahal sudah dibuka dari kemasannya. Krim kental masih 100-an ml, plain yogurt sekitar 60ml dan susu UHT sekitar 75ml. Untuuuung sempet icipin si krim kentalnya, soalnya tadinya mau dipake juga di resep ini. Coba kalo langsung saya cemplungin, bisa terbuang percuma si cheese pie.
Untuk resep, saya lihat di blognya mba Hesti, tapi saya ubah sedikit takarannya menyesuaikan dengan bahan yang ada. Dan untuk topping, aslinya pake blueberry, tapi stok di kulkas hanya ada mulberry. Oya, untuk bahan alas/crust, saya tetap pakai resep crust yang tanpa telur, sudah ngerasa cocok dengan resep yang ini.
Mulberry Cheese Pie by Hesti
Modified by BunDaffa
Bahan Alas:
175 gram terigu
1/2 sdm gula halus
113 gram margarin/mentega
50 ml air dingin (saya ga pakai semua, ketika adonan dirasa sudah tidak terhambur lagi, saya hentikan penambahan air)
Bahan Isi:
240 gram cream cheese, diamkan dalam suhu ruang, lembutkan --> aslinya 300 gram, tapi stok saya cuma ada segini, hehe..
1/8 sendok teh garam
½ sendok makan kulit jeruk lemon --> skip karena si pohon lemon, buahnya masih mentah semua
110 gram gula pasir halus
75 gram telur --> kurleb 1 telur utuh + 1 kuning telur ukuran sedang
1 ½ sendok makan terigu
75 gram krim kental --> saya ganti susu cair karena si krim kental ternyata basi, hik hiks..
½ sendok makan air jeruk lemon --> skip
Topping (masak hingga kental):
1/2 botol kecil selai mulberry
3 sdm air
Cara Pengolahan:
Alas:
Bahan Isi:
240 gram cream cheese, diamkan dalam suhu ruang, lembutkan --> aslinya 300 gram, tapi stok saya cuma ada segini, hehe..
1/8 sendok teh garam
½ sendok makan kulit jeruk lemon --> skip karena si pohon lemon, buahnya masih mentah semua
110 gram gula pasir halus
75 gram telur --> kurleb 1 telur utuh + 1 kuning telur ukuran sedang
1 ½ sendok makan terigu
75 gram krim kental --> saya ganti susu cair karena si krim kental ternyata basi, hik hiks..
½ sendok makan air jeruk lemon --> skip
Topping (masak hingga kental):
1/2 botol kecil selai mulberry
3 sdm air
Cara Pengolahan:
Alas:
Campur terigu, gula halus dan margarin/mentega, tambahkan air dingin. simpan dalam kulkas selama kurleb 30 menit.
Giling tipis adonan. Cetak di loyang pie diameter 18cm.
Tusuk – tusuk dengan garpu. Lapisi atasnya dengan kertas roti lalu beri pemberat supaya adonan tidak menggembung ketika dioven (saya menggunakan beras)
Giling tipis adonan. Cetak di loyang pie diameter 18cm.
Tusuk – tusuk dengan garpu. Lapisi atasnya dengan kertas roti lalu beri pemberat supaya adonan tidak menggembung ketika dioven (saya menggunakan beras)
Oven 15 menit dengan suhu 175 derajat Celsius. Dinginkan.
Isi:
Kocok cream cheese, garam, kulit jeruk lemon, dan gula pasir halus asal rata. Masukkan telur. Kocok rata.
Tambahkan terigu, krim kental, dan air jeruk lemon. Kocok perlahan. Tuang di atas adonan alas.
Oven 40 menit sampai matang. Keluarkan dan dinginkan 15 menit di suhu ruang.
Tambahkan terigu, krim kental, dan air jeruk lemon. Kocok perlahan. Tuang di atas adonan alas.
Oven 40 menit sampai matang. Keluarkan dan dinginkan 15 menit di suhu ruang.
Topping:
Tuang topping di atas pie, dinginkan dalam kulkas.
Rasanya? Ehm.. Enak kalo menurut saya. Dan bakal lebih enak lagi kalo dinikmatin dalam keadaan dingin trus makannya sedikit-sedikit, biar sensasi gurih keju dan asam manisnya mulberry benar-benar bisa dihayati *halah. Tapiiii sayangnya orang rumah kurang doyan euy. Mungkin karena masih asing ma rasa si cream cheese, jadinya kurang cocok di lidah mereka. Saya juga ga doyan-doyan amat sih, apalagi ngebayangin jumlah kalorinya, wiiiih ngeri-ngeri sedap, haha..
Naaah tadi sore kebetulan ada acara ketemuan dengan temen-temen. Saya bawalah beberapa potong cheese pie ini barengan dengan Pennylane Brownies Pie yang dibikin dadakan. Alhamdulillah laris maniiiiiis.. Malah dapet testi yang bikin seneeeeeeng, katanya: "Mulberry Cream Cheesenya enak mba, hampir mendekati cake shop", komen dari teman yang lain: "Iya tuh, pengen cream cheese lagi, gimana kalo kita ketemuan lagi?". Padahal mah seumur-umur saya ke cake shop paling banter beli black forest doang, hihi.. Makasih buat teh Dini dan teh Lia buat testi positifnya ^__^
Sunday, February 9, 2014
Donat Kentang NCC
Gara-gara lihat postingan di salah satu grup FB yang ngebahas soal donat kentang, jadi kepikiran pengen bikin juga. Secara, beberapa waktu lalu pernah bikin, tapi hasilnya ga terlalu memuaskan, soalnya sang customer setia *baca: anak* ga doyan samsek, dia cuma icip sedikit, trus ditaruh lagi, dengan polosnya dia bilang "donatnya ga enak ah" huwaaaa.. Emaknya dah berantem-beranteman ngulenin adonan, eeeh ga dimakan, hiks..
Nah kali ini nyoba resep donat kentangnya NCC *sebenernya yang dulu itu secara rasa, lumayan enak kok, cuma karena penampilannya ga cantik (tipis dan pas ngegoreng apinya sepertinya kepanasan sehingga warna donat jadi coklat tua), bikin selera makan juga ga muncul* jadi kali ini bertekad mau bikin yang lebih baik dari sebelumnya. Tapi seperti biasa, demi meminimalisir kegagalan, saya cuma bikin setengah resep trus setengah dari setengah resep itu (berarti seperempat resep) saya jadiin roti sobek dan sisanya baru saya bikin donat.
Aaaaah ternyata melelehkan coklat putih itu tricky ya? Ini kali kedua bermain-main dengan coklat putih yang dilelehkan, daaaan masih gagal. Si coklat ga bisa cair sempurna layaknya coklat dark, jadi ketika dispuit keluarnya pun agak susah, karena dia masih menggumpal. Jadi begitu lah hasilnya, acak-acakan dan jauh dari kesan cantik.
Ga pantang menyerah, saya mencoba lagi untuk ketiga kalinya, melelehkan coklat putih sebagai hiasan di atas topping coklat dark. Kebetulan sang juragan cilik doyan ma donat kentangnya. Respon pertama dia pas ngeliat topping seperti di atas cukup bikin hati saya berbunga-bunga, katanya "wah cakep banget donatnya" haha.. Makasih nak, dah ngehibur hati bunda, jadi semangat untuk belajar lagi, hihi..
Soo, ini lah dia hasil trial yang ke sekian kalinya:
Belum terlalu smooth ya? Tapi sudah jauuuuh mendingan dari kemarin. Karena si coklat putih bisa saya cairkan seperti cairnya coklat dark. Hasil ubek-ubek perpusnya mbah google, baca-baca tips dan trik mencairkan coklat putih. Dan ternyata kata kuncinya adalah: gunakan suhu yang pas (kurleb 40-45 dercel) untuk mencairkan si coklat. Caranya: panaskan air di wadah, tunggu sampai terbentuk gelembung pertama, lalu matikan kompor. Kemudian masukkan coklat putih cincang ke dalam wadah lain (pastikan wadahnya benar-benar bersih dan kering ya, karena kena air sedikit saja, si coklat akan susah mencair), taruh di atas wadah berisi air panas, aduk-aduk sampai coklatnya mencair. Jadi yang kita gunakan hanya uap airnya saja. InSya Allah si coklat putih akan mencair dengan sukses.
Alhamdulillah, lega rasanya berhasil bersahabat dengan si coklat putih, hihi.. Dan lebih lega lagi karena si donat laris maniiiiis, terutama yang topping coklat, sukses masuk ke perutnya daffa semua. Yang topping keju khusus untuk emaknya *dalam rangka sedikit mengurangi asupan manis, karena dah semakin gembil sejak rajin baking, hihi..
Ada yang mau coba bikin donat kentang juga? Ini resepnya yang sudah terkenal dan melanglang buana di jagat foodie blogger:
Donat Kentang
by Fatmah Bahalwan
Bahan:
500 gr tepung terigu protein tinggi
50 gr susu bubuk
11 gr ragi instant
200 gr kentang, kukus, haluskan dan dinginkan
100 gr gula psir
75 gr mentega
½ sdt garam
4 btr kuning telur
100 ml air dingin
Cara membuat:
Dalam wadah, campur tepung terigu, gula, susu bubuk, ragi instant, aduk rata, masukkan kentang halus, tuang telur dan air dingin, uleni hingga rata dan setengah kalis.
Beri mentega dan garam, uleni terus hingga kalis elastis. Istirahatkan 15 menit.
Bagi adonan, masing-masing 50 gr, bulatkan. Diamkan 20 menit, hingga mengembang.
Lubangi tengahnya, menjadi bentuk donat, segera goreng sampai kuning kecoklatan.
Angkat, tiriskan. Taburi gula donat, atau hias dengan coklat.
Tips menaklukkan donat kentang by bu Fatmah:
Siapkan semua bahan terlebih dahulu tanpa ada yang boleh ketinggalan satupun, meski garam sekalipun.
Ingat aturan bikin roti, ragi gak boleh ketemu garam dan atau mentega ya. Nanti raginya mati, gak mau mengembangkan adonan. Garam dan mentega masuknya setelah adonan setengah kalis.
Haluskan kentang sampai benar-benar halus, kalau perlu pake blender, supaya adonan bisa licin dan gak gradakan.
Setelah halus, dinginkan kentang sebelum dibuat donat. Terus kalau tidak dalam keadaan dingiiiinnn…waaa.., raginya langsung mati jeh.
Buat adonan hingga kalis elastis, ikuti step by step pada resep, hingga ketika dibulatkan permukaannya halus licin. Bulatan yang halus dan licin akan membentuk donat yang bulat cantik ketika digoreng/merekah.
Istirahatkan adonan lk. 20 s/d 30 menit (tergantung cuaca), tutup dengan plastik spy permukaannya tidak kering.
Lubangi bagian tengahnya, goreng dengan panas sedang (supaya donat matang sempurna sampai kebagian dalam).
Menggunakan sumpit, buat gerakan memutar pada lubang donat ketika donat mulai digoreng dan merekah, agar bentuknya membundar cantik. Gerakan memutar (sentrifugal) akan membantu terbentuknya donat yang bundar.
Bila salah satu sisi sudah kuning kecoklatan, segera balik, teruskan menggoreng sampai kedua sisi coklat. Angkat. Tiriskan
Kalau saya, setelah proses proofing pertama, adonan saya taruh di nampan kotak yang sudah ditabur terigu sebelumnya, trus bagian atas adonan juga saya tabur terigu biar ga lengket. Lalu adonan saya gilas sampai pada ketebalan yang diinginkan, langsung cetak menggunakan cetakan donat. Jangan lupa cetakannya juga dicelup ke terigu ya biar ga lengket di adonan. Setelah beres semuanya, saya diamkan lagi sekitar 30 menit, baru deh digoreng.
Bagi adonan, masing-masing 50 gr, bulatkan. Diamkan 20 menit, hingga mengembang.
Lubangi tengahnya, menjadi bentuk donat, segera goreng sampai kuning kecoklatan.
Angkat, tiriskan. Taburi gula donat, atau hias dengan coklat.
Tips menaklukkan donat kentang by bu Fatmah:
Siapkan semua bahan terlebih dahulu tanpa ada yang boleh ketinggalan satupun, meski garam sekalipun.
Ingat aturan bikin roti, ragi gak boleh ketemu garam dan atau mentega ya. Nanti raginya mati, gak mau mengembangkan adonan. Garam dan mentega masuknya setelah adonan setengah kalis.
Haluskan kentang sampai benar-benar halus, kalau perlu pake blender, supaya adonan bisa licin dan gak gradakan.
Setelah halus, dinginkan kentang sebelum dibuat donat. Terus kalau tidak dalam keadaan dingiiiinnn…waaa.., raginya langsung mati jeh.
Buat adonan hingga kalis elastis, ikuti step by step pada resep, hingga ketika dibulatkan permukaannya halus licin. Bulatan yang halus dan licin akan membentuk donat yang bulat cantik ketika digoreng/merekah.
Istirahatkan adonan lk. 20 s/d 30 menit (tergantung cuaca), tutup dengan plastik spy permukaannya tidak kering.
Lubangi bagian tengahnya, goreng dengan panas sedang (supaya donat matang sempurna sampai kebagian dalam).
Menggunakan sumpit, buat gerakan memutar pada lubang donat ketika donat mulai digoreng dan merekah, agar bentuknya membundar cantik. Gerakan memutar (sentrifugal) akan membantu terbentuknya donat yang bundar.
Bila salah satu sisi sudah kuning kecoklatan, segera balik, teruskan menggoreng sampai kedua sisi coklat. Angkat. Tiriskan
Kalau saya, setelah proses proofing pertama, adonan saya taruh di nampan kotak yang sudah ditabur terigu sebelumnya, trus bagian atas adonan juga saya tabur terigu biar ga lengket. Lalu adonan saya gilas sampai pada ketebalan yang diinginkan, langsung cetak menggunakan cetakan donat. Jangan lupa cetakannya juga dicelup ke terigu ya biar ga lengket di adonan. Setelah beres semuanya, saya diamkan lagi sekitar 30 menit, baru deh digoreng.
Subscribe to:
Posts (Atom)













