Friday, February 7, 2014

Tips Baking Untuk Pemula

Jika anda adalah pemula dalam hal baking seperti saya, maka tips di bawah ini patut anda simak sebelum memulai kegiatan baking apapun:
1. Pastikan anda sudah menyiapkan resep yang akan anda praktekkan. Tidak harus dengan membawa buku resepnya ke dapur, tetapi bisa juga dengan cara mencatat manual atau difoto. Jika resep tersebut anda ambil dari dunia maya (blog, web, milis, grup FB, dll) anda bisa membuat screenshoot-nya, mencetaknya atau cukup dengan membawa HP anda ke dapur (cara terakhir adalah cara andalan saya selama ini).

2. Cari info sebanyak-sebanyaknya seputar resep terkait. Do dan dont-nya apa saja, triknya seperti apa, penampilan akhir yang bisa dibilang sukses itu bagaimana, rasanya seperti apa (ehm.. kalau yang ini tampaknya hanya bisa anda ketahui jika anda ikut program kursus atau latihan bareng dengan teman), dll. Kalau perlu, cari video proses pembuatannya agar anda bisa langsung menirunya utk memperkecil risiko gagal.

3. Jika resep itu baru pertama kali anda buat, sebisa mungkin sediakan semua bahan yang diperlukan. Kecuali jika anda sudah berpengalaman, sah-sah saja jika beberapa bahan andaskip atau anda substitusi ke bahan lain.

4. Untuk resep masakan, jangan lupa cicipi lebih dulu sebelum dihidangkan. Kecuali untuk cake atau cookies, proses icip tidak mungkin dilakukan, jadi ikuti saja persis seperti yang tertulis di resep.

5. Mulai lah dengan resep yang anda anggap tingkat kesulitannya rendah dan bahan-bahannya mudah didapat di sekitar anda. Karena sering kali gagal ketika pertama mencoba membuat kita (terutama saya, haha..) patah arang dan enggan untuk mempraktekkannya lagi di lain kesempatan.

6. Bergabung dengan komunitas memasak/baking dimana karakteristik membernya beragam. Ini penting untuk menjaga mood baking anda tetap stabil. Jika anda bergabung dengan komunitas yg membernya sudah ahli/prof, bisa jadi nyali anda menjadi ciut dan minder untuk bertanya hal-hal yang terlihat sepele.

7. Dokumentasikan hasil karya anda. Cara ini sekaligus untnk mendokumentasikan resep yang pernah anda buat. Jadi sewaktu-waktu anda membutuhkannya lagi, anda memiliki arsip yang lengkap. Lebih baik lagi jika dokumentasi ini anda wujudkan dalam sebuah blog. Siapa tau tulisan-tulisan anda menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Well, selamat mencoba dan happy baking ^__^

Tuesday, February 4, 2014

Nastar Keju Ny. Liem

nastar keju ny. liem, nastar keju


Lagi diterpa badai kemalasan *lebaaay*, karena sama sekali ga bikin cemilan apapun selama hampir seminggu. Ditambah lagi di rumah lagi ada banyak cemilan, sisa pengajian ibu-ibu. Jadi ceritanya ibu kebagian arisan di rumah. Bikin lah beberapa cemilan. Ternyata beberapa saat menjelang pengajian dimulai, tetangga kirim-kirim aneka cemilan lainnya. Dan cemilan-cemilan itu ga habis dimakan + dibagikan pas pengajian berlangsung, jadinya masih nyisa buanyak. Kulkas penuuuh dengan berbagai macam cemilan, mulai dari tahu goreng, puding, risol, brokus ketan item, lapis surabaya dan buah melon. Lihat isi kulkas aja dah kenyang duluan, hihihi..

Menjelang wiken, stok cemilan dah berkurang banyak. Waktunya nguprek di dapur. Kebetulan lagi pengen banget bikin Nastar Kejunya Ny. Liem hasil blogwalking ke blognya mba Nina. Intip-intip bahannya, semua ada, cuma kurang keju parmesan aja. Ah ga papa lah, toh di rumah ini jarang yang suka keju, jadi pake cheddar aja kayaknya cukup. Resep di bawah ini hanya setengah dari resep aslinya ya, biar cepet selesai bikinnya, hehe...

NASTAR KEJU ALA NY. LIEM

Bahan A:
50 gr butter
25 gr margarin
30 gr gula halus
1 butir telur

Bahan B:
75 gr keju cheddar parut

Bahan C:
12,5 gr susu bubuk full cream
150 gr tepung terigu protein sedang

Bahan D:
1 kuning telur kocok lepas + tambahkan sedikit madu
keju cheddar parut memanjang secukupnya

Isian:
Saya pakai selai nanas kemasan

Cara Membuat :
- Campur dan kocok butter, margarin dan gula halus hingga rata dan mengembang, masukkan telur, kocok sampai tercampur rata saja. Lalu masukkan bahan B dan bahan C, kocok lagi sebentar (pakai speed paling rendah, atau bisa juga pake sendok kayu)
- Bulatkan adonan, beri isian selai nanas. Tata di loyang yang telah dioles minyak goreng. Lakukan hingga adonan habis
- Oles dengan campuran kuning telur dan madu, lalu taburi keju cheddar parut.
- Oven hingga matang kecoklatan.

Sedikit insiden terjadi. Karena saya ga punya stok nanas dan memang malas bikin selai sendiri, jadi lah saya pake selai nanas kemasan. Ternyata ketika masuk panggangan, selai ini leleh dan memaksa keluar dari adonan nastarnya, karena memang ada beberapa yang penutupan adonannya kurang sempurna, jadi ada sedikit lubang yang terbentuk yang akhirnya bikin si selai ini meleber keluar. Dan nastar pun lengkeeet di loyang, sehingga butuh bantuan pisau untuk melepaskan adonan matangnya.

Proses pengapian juga berjalan kurang smooth. Karena salah setting, jadi adonan yang pertama kali masuk oven hasilnya kurang crunchy. Lapisan bawahnya sudah kecoklatan, padahal sisi atasnya masih sangat empuk. Kesulitan berikutnya, entah kenapa keju cheddar yang dijadikan taburan warnanya tetap putih kekuningan, ga bisa berubah coklat. Tapi soal rasa, enyaaaak.. Pas sama lidah saya dan daffa, manis + gurih kejunya berasa. Kayaknya musti banyak latihan bikin nastar nih, biar next time hasilnya bisa lebih cakep *masih penasaran sama nastar homemade (bukan buatan pabrikan) yang sering berseliweran di neswfeed FB saat musim puasa, kok bulatannya bisa bulat sempurna dan warnanya juga cakep menggoda mata.

nastar keju lagi

Monday, February 3, 2014

Mini Brownies Pie

Niat hati pengen nyobain resep pumpkin pie. Meluncur lah ke supermarket terdekat buat hunting bahan-bahannya, sekaligus nyetok bahan kue lainnya. Karena buru-buru (berangkat dari rumah jam 9 malem, tuh SPM tutupnya kalo ga salah jam 10, jadi agak grusa-grusu pas ambil barang yang dibutuhin) jadi lah bahan utamanya justru kelupaan *tepok jidat. Sempat kepikiran, kalo diganti ke ubi jalar atau kentang kira-kira gimana ya rasanya? Ah tapi ngeri ah coba-coba gitu. Browsing resep, nemunya pie kentang yang isiannya daging, walah ya ndak cocok, wong saya pengennya pie manis.

Akhirnya niatan awal pun kudu dirubah. Banting setir ke jenis pie lain. Kebetulan banget pas lagi browsing resep pie ubi dan pie kentang malah ketemu sama resep brownies pie. Diliat-liat kayaknya enak dan kayaknya lagi, semua bahannya ada. Ah ya sud lah, ini aja yang dieksekusi. Daan pagi tadi nguplek lah saya di dapur. Ambil bahan-bahan di kulkas dan di penyimpanan bahan kering, eh eh DCC-nya mana nih? Perasaan masih punya setengah pack yang merk col*tt* deh, kok adanya cuma sedikit gitu? Hwaaa.. Kumaha inih? Setelah ditimbang, cuma ada sekitar 75-an gram, padahal di resep tertulis 370gr, jauh bangeeeet selisihnya. Mau banting setir lagi ke jenis pie lain kok ya males? Halah, udah deh nekat ajah, bikin sepertiga resep, meski DCC-nya kurang, tapi gapapa kali lah, toh kurangnya dikit ini. Mana ga punya coklat bubuk pula, haha.. kacaaau ini mah.

Nemu resep brownies pie pertama kali di blognya mba Rachmah tapi yang akhirnya saya bikin, lihat di blognya mba Nina soalnya penasaran sama resep crust-nya *ehm.. alasan jujurnya sih karena resep crustnya ga pake telur, maklum lagi irit telur, hehe.. Untuk crust, saya bikin 1/2 resep, sedangkan browniesnya hanya 1/3 resep. Untuk resep aslinya silahkan lihat di blog mba Rachmah atau mba Nina ya. Yang saya tulis di bawah adalah versi ekonomis ala saya *padahal mah karena ketiadaan bahan, hihi..

brownies pie

Brownies Pie
by Nina

Crust
Bahan :

175 gr terigu protein sedang
1/2 tbs (7 gr) gula halus
113 gr salted margarin
60 ml air dingin

Cara Membuat :
Campur margarin, terigu dan gula halus, aduk menggunakan garpu sampai berbulir
Tambahkan air sedikit demi sedikit, hingga adonan tidak lagi menempel di wadah
Masukkan di wadah dengan penutup kedap udara, taruh di kulkas selama 30 menit
Keluarkan adonan dari kulkas, ambil secukupnya, pulung adonan lalu cetak di cetakan mini pie
Tusuk dasar pie dengan garpu plastik agar tidak melembung ketika dipanggang

BROWNIES
Bahan :
73 gr salted butter
75 gr dark cooking coklat, cincang
2 butir telur
110 gr gula halus
73 gr terigu protein sedang
23 gr
susu bubuk
keju parut untuk taburan

Cara Membuat :
Lelehkan mentega dan DCC dengan cara ditim, dinginkan.
Kocok telur dan gula halus dengan wishker
Masukkan campuran mentega dan DCC, aduk rata
Masukkan terigu dan susu bubuk, lalu aduk rata

Penyelesaian :
Tuang adonan brownies ke adonan pie sampai kira-kira 3/4 penuh. Taburi dengan keju parut.
Oven hingga matang.



Note: putih-putih di atas adonan brownies itu keju parut ya. Niatnya sih biar ada nuansa kuning kecoklatan gitu, tapi ternyata saat masuk panggangan, si keju parut tenggelam masuk ke adonan, cuma tersisa sedikiiiit aja yang terlihat. Next time kayaknya mau nyoba masukkin keju parut pas adonannya dah setengah mateng. Tapi kata temen, khawatir nanti berpengaruh ke penampakan browniesnya. Iya kah? Ah dicoba dulu aja kali ya, ga akan pernah tau hasilnya kalo ga dicoba, iya kan? Hehe..

Simple Pizza (Tanpa Diuleni)

Masih dalam rangka menghabiskan sisa daging sapi Qurban di freezer *emang dapet jatahnya berapa kg sih? kok ga abis-abis? Haha.. Ga banyak kok, cuma dapet daging kambing juga & rada bosen kalo terus-terusan makan daging, jadi ngendon di freezernya lumayan lama. Dan seperti biasa, senjata andalan saya yaitu blog dan FB grup walking, soalnya ubek-ubek file di laptop ga nemu resep yang pas, lupa dulu nyimpennya dimana. Yang paling memungkinkan kayaknya pizza nih, secara makaroni skotel udah dibikin beberapa hari yang lalu, pasti bosen kalo sekarang bikin itu lagi. Cari-cari resep pizza, ternyata ada buanyaaak banget variasi resepnya, bingung mau pilih yang mana. Bikin deh perbandingan dari beberapa resep yang katanya hasilnya uenak banget. Pilihan pun jatuh ke resepnya mba Endang Indriani, karena setelah dilihat-lihat resep ini ga pake telur samsek. Aha, ini dia yang saya cari. Soalnya stok telur di rumah pasti selalu disimpan di kulkas, jadi kalo mau baking, harus dikeluarin dulu dan dibiarkan sampai suhunya balik ke suhu ruang normal baru bisa dipake dan ini yang bikin males. Karena waktu yang dibutuhkan bisa sekitar 1-2 jam, hadeeeuh lama amat ya? Beli telur baru ga mungkin cuma 1-2 butir, malu, hehe..

Alasan lain memilih resep mba Endang, adalah karena judul artikelnya yang provokatif. Jujur, saya jadi penasaran, apa iya hasilnya bisa seenak yang disebut di judulnya? Terlebih lagi, proses nguleninnya ga pake dibanting-banting layaknya adonan dough pizza lainnya. Daripada penasaran, dicoba saja lah. Setengah resep cukup, jadi kalo gagal, ga sedih-sedih amat, hehe..

Singkat cerita, proses ngulenin adonan selesai, meski masih ga yakin, kenapa adonannya tetap lembek, ga bisa kalis kayak adonan roti yang dulu pernah saya bikin. Mau nambahin terigu juga ga berani, karena baca-baca di bagian komen, kalo terlalu banyak menambahkan terigu, adonan bisa bantat. Ah sudahlah, pake feeling aja, kayaknya sih dah masuk kategori kalis, soalnya adonan dah ga nempel di dinding mangkuk, meski di bagian dasar mangkuknya masih nempel-nempel. Lanjut membagi adonan jadi beberapa bagian, lumuri dengan minyak goreng, trus masukkin kantong plastik bersih, simpan di chiller.

simple pizza

Paginya, lanjut eksekusi tahap akhir. Kenapa musti didiamkan dulu semalaman? Semata-mata ngikutin petunjuk resep aslinya, ga berani utak-atik takut hasilnya ga sesuai ma yang di harapkan, hehe.. Dan karena kurang persiapan, jadi for the first trial, adonan topping dibikin seadanya banget. Bikin orak-arik telur, potong-potong keju cepat meleleh jadi kotak-kecil kecil, parut keju cheddar dan siapin saos spagetti kemasan. Asal banget ya? Haha.. Maklum, namanya masih eksperimen, jadi bikin seadanya dulu ajah. Kalo emang hasilnya enak, baru deh bikin topping yang lebih serius.

Alhamdulillah, hasilnya enyaaak.. Rotinya empuuuk dan ngembang pas dipanggang. Padahal awalnya dah pesimis aja, takut gagal, takut adonan bantat, dll. Ternyata not too bad *gapapa ya muji diri sendiri?. Kali ke-2 (yang ada di foto), toppingnya saya pake daging sapi cincang yang ditumis bareng duo bawang, saus tomat, saus spagetti kemasan, kaldu bubuk, gula pasir dan sejumput garam. Finishingnya cuma pake keju cepat leleh yang diparut aja, ga ditambahin keju cheddar lagi karena kata daffa jadinya terlalu asin, hihi..


Untuk resep aslinya, seperti ini:
Pizza Pepperoni
by Endang justtryandtaste.com
Resep adonan pizza diadaptasikan dari Peter Reinhart's Napoletana Pizza Dough Recipe dari website 101 Cookbooks Heidi Swanson
Saus pizza hasil modifikasi sendiri

Untuk 2 loyang pizza dengan diameter + 25 cm

Bahan adonan pizza:
- 500 gram tepung terigu protein tinggi (saya menggunakan Cakra Kembar)
- 1 1/2 sendok teh garam
- 1 sendok teh ragi instant, pastikan fresh dan tidak kedaluarsa (saya pakai Fermipan)
- 50 ml minyak sayur (saya menggunakan minyak zaitun)
- 400 ml air es
- tambahan terigu untuk taburan di meja dan adonan

Bahan saus:
- 1 buah bawang bombay ukuran kecil, cincang halus
- 2 butir bawang putih, cincang halus
- 1/4 sendok teh merica bubuk
- 1/4 sendok teh pala bubuk
- seujung kuku Italian seasoning
- 70 gram saus tomat botolan
- 20 gram saus sambal botolan (ganti dengan saus tomat jika tidak ingin pedas)
- 1 1/2 sendok teh gula pasir
- 1/4 sendok teh garam
- 1/4 sendok teh kaldu bubuk
- 50 ml air

Bahan topping:
- 6 butir jamur kancing, iris tipis
- 1 butir bawang bombay ukuran kecil, belah menjadi empat bagian dan lepaskan lapisan-lapisannya.
- Beef pepperoni secukupnya (kira-kira 30 - 40 lembar)
- 1/2 batang keju Kraft mudah meleleh, potong bentuk kubus ukuran 1 x 1 cm
- 50 gram keju cheddar parut untuk taburan, tambahkan jika kurang

Cara membuat:
Membuat adonan pizza
1 hari sebelumnya....
Siapkan mangkuk besar, masukkan tepung terigu, garam dan ragi, aduk hingga benar-benar rata ya, karena jika ragi dan garam langsung bertemu muka maka si ragi akan mati. Masukkan air es dan minyak sayur, biarkan hingga air dan minyak meresap. Dengan menggunakan spatula plastik, aduk hingga tercampur rata dan menjadi adonan yang basah.

Pastikan tangan anda bersih, celupkan tangan dengan sedikit minyak sayur, bentuk jari-jari anda melengkung seperti sendok dan mulai menguleni adonan. Caranya dengan menarik adonan dari bagian tepi mangkuk dan melipatnya ke atas. Putar-putar mangkuk selama menguleni adonan agar semua sudut adonan teruleni dengan baik, jika adonan dirasa terlalu basah dan lengket di mangkuk, taburi sedikit demi sedikit dengan tepung terigu dan terus uleni hingga adonan tidak menempel di dinding mangkuk. Jangan berlebihan dalam menaburi tepung, adonan yang terbentuk lembek, lembut dan sangat elastis. Adonan dianggap jadi jika tidak menempel lagi pada dinding mangkuk namun masih melekat di dasar.

Siapkan meja yang telah ditaburi dengan tepung terigu, tuangkan adonan ke atasnya, bagi adonan menjadi 4 bagian. Taburi bagian atas adonan dengan tepung dan bentuk masing-masing bagian menjadi bola yang halus dan lembut.

Lumuri masing-masing bola adonan dengan minyak yang agak banyak, masukkan ke dalam kantung plastik, keluarkan udara yang terdapat dalam kantung dan ikat ujung plastik rapat-rapat. Masukkan plastik berisi adonan ke dalam kulkas, diamkan selama semalam.

Membuat saus:
Siapkan wajan, panaskan 1 sendok makan minyak. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum dan berwarna sedikit kecoklatan. Kecilkan api, masukkan saus tomat, saus sambal, merica, pala, Italian seasoning, garam, kaldu bubuk dan gula pasir. Aduk rata, tambahkan 50 ml air dan masak hingga saus mengental. Cicipi rasanya dan angkat.

Menata pizza:
Panaskan oven, set disuhu 175'C. Letakkan rak di tengah oven. Siapkan loyang bulat diameter 25 cm, bisa menggunakan loyang untuk memanggang kue kering. Karena semua adonan saya panggang menjadi dua loyang pizza maka satu bagian saya menggunakan loyang besi dan satu bagian menggunakan loyang alumunium biasa (gambar di bawah).

Keluarkan adonan pizza dari dalam kulkas dan plastik, letakkan adonan di atas loyang. Tekan-tekan adonan dengan menggunakan ujung-ujung jari hingga adonan melebar dan memenuhi seluruh permukaan loyang. Adonan sangat lentur dan elastis sehingga tidak sulit untuk mengaturnya, jika adonan terasa lengket, celupkan ujung jari ke minyak.

Oleskan permukaan adonan dengan saus, tata irisan pepperoni, jamur dan bawang bombay diatasnya, sebarkan potongan keju Kraft mudah meleleh kemudian terakhir taburi dengan keju cheddar parut. Panggang adonan pizza di oven yang telah dipanaskan sebelumnya selama 30 - 40 menit, atau hingga pizza tampak mulai berwarna kuning kecoklatan. Jika pada saat memanggang permukaan pizza tampak kecoklatan sementara roti belum matang, tutup permukaan pizza dengan alumunium foil dan panggang hingga pizza matang. Keluarkan pizza dan potong-potong sesuai selera, sajikan selagi hangat. Yummy!