Sunday, February 9, 2014

Donat Kentang NCC

potato donut

Gara-gara lihat postingan di salah satu grup FB yang ngebahas soal donat kentang, jadi kepikiran pengen bikin juga. Secara, beberapa waktu lalu pernah bikin, tapi hasilnya ga terlalu memuaskan, soalnya sang customer setia *baca: anak* ga doyan samsek, dia cuma icip sedikit, trus ditaruh lagi, dengan polosnya dia bilang "donatnya ga enak ah" huwaaaa.. Emaknya dah berantem-beranteman ngulenin adonan, eeeh ga dimakan, hiks..

Nah kali ini nyoba resep donat kentangnya NCC *sebenernya yang dulu itu secara rasa, lumayan enak kok, cuma karena penampilannya ga cantik (tipis dan pas ngegoreng apinya sepertinya kepanasan sehingga warna donat jadi coklat tua), bikin selera makan juga ga muncul* jadi kali ini bertekad mau bikin yang lebih baik dari sebelumnya. Tapi seperti biasa, demi meminimalisir kegagalan, saya cuma bikin setengah resep trus setengah dari setengah resep itu (berarti seperempat resep) saya jadiin roti sobek dan sisanya baru saya bikin donat.

donat kentang

Well, secara tampilan, dah lebih baik dari kali pertama bikin. Cuma tetap masih belum berhasil nemuin settingan api yang pas biar warna donatnya cantik. Daaan karena toppingnya hanya pake gula halus biasa, kejadian sebelumnya terulang, daffa ga doyaaaan, hik hik.. Padahal kalo beli donat di abang-abang gerobak, dia lumayan doyan dengan topping kayak gini. Ya sudah lah, trial berikutnya saya belajar bermain-main dengan lelehan coklat untuk toppingnya.

donat kentang enak

donat kentang empuk

Aaaaah ternyata melelehkan coklat putih itu tricky ya? Ini kali kedua bermain-main dengan coklat putih yang dilelehkan, daaaan masih gagal. Si coklat ga bisa cair sempurna layaknya coklat dark, jadi ketika dispuit keluarnya pun agak susah, karena dia masih menggumpal. Jadi begitu lah hasilnya, acak-acakan dan jauh dari kesan cantik.

Ga pantang menyerah, saya mencoba lagi untuk ketiga kalinya, melelehkan coklat putih sebagai hiasan di atas topping coklat dark. Kebetulan sang juragan cilik doyan ma donat kentangnya. Respon pertama dia pas ngeliat topping seperti di atas cukup bikin hati saya berbunga-bunga, katanya "wah cakep banget donatnya" haha.. Makasih nak, dah ngehibur hati bunda, jadi semangat untuk belajar lagi, hihi..

Soo, ini lah dia hasil trial yang ke sekian kalinya:



Belum terlalu smooth ya? Tapi sudah jauuuuh mendingan dari kemarin. Karena si coklat putih bisa saya cairkan seperti cairnya coklat dark. Hasil ubek-ubek perpusnya mbah google, baca-baca tips dan trik mencairkan coklat putih. Dan ternyata kata kuncinya adalah: gunakan suhu yang pas (kurleb 40-45 dercel) untuk mencairkan si coklat. Caranya: panaskan air di wadah, tunggu sampai terbentuk gelembung pertama, lalu matikan kompor. Kemudian masukkan coklat putih cincang ke dalam wadah lain (pastikan wadahnya benar-benar bersih dan kering ya, karena kena air sedikit saja, si coklat akan susah mencair), taruh di atas wadah berisi air panas, aduk-aduk sampai coklatnya mencair. Jadi yang kita gunakan hanya uap airnya saja. InSya Allah si coklat putih akan mencair dengan sukses.

Alhamdulillah, lega rasanya berhasil bersahabat dengan si coklat putih, hihi.. Dan lebih lega lagi karena si donat laris maniiiiis, terutama yang topping coklat, sukses masuk ke perutnya daffa semua. Yang topping keju khusus untuk emaknya *dalam rangka sedikit mengurangi asupan manis, karena dah semakin gembil sejak rajin baking, hihi..

Ada yang mau coba bikin donat kentang juga? Ini resepnya yang sudah terkenal dan melanglang buana di jagat foodie blogger:

Donat Kentang
by Fatmah Bahalwan


Bahan:
500 gr tepung terigu protein tinggi
50 gr susu bubuk
11 gr ragi instant
200 gr kentang, kukus, haluskan dan dinginkan
100 gr gula psir
75 gr mentega
½ sdt garam
4 btr kuning telur
100 ml air dingin

Cara membuat:
Dalam wadah, campur tepung terigu, gula, susu bubuk, ragi instant, aduk rata, masukkan kentang halus, tuang telur dan air dingin, uleni hingga rata dan setengah kalis.
Beri mentega dan garam, uleni terus hingga kalis elastis. Istirahatkan 15 menit.
Bagi adonan, masing-masing 50 gr, bulatkan. Diamkan 20 menit, hingga mengembang.
Lubangi tengahnya, menjadi bentuk donat, segera goreng sampai kuning kecoklatan.
Angkat, tiriskan. Taburi gula donat, atau hias dengan coklat.

Tips menaklukkan donat kentang by bu Fatmah:
Siapkan semua bahan terlebih dahulu tanpa ada yang boleh ketinggalan satupun, meski garam sekalipun.
Ingat aturan bikin roti, ragi gak boleh ketemu garam dan atau mentega ya. Nanti raginya mati, gak mau mengembangkan adonan. Garam dan mentega masuknya setelah adonan setengah kalis.
Haluskan kentang sampai benar-benar halus, kalau perlu pake blender, supaya adonan bisa licin dan gak gradakan.
Setelah halus, dinginkan kentang sebelum dibuat donat. Terus kalau tidak dalam keadaan dingiiiinnn…waaa.., raginya langsung mati jeh.
Buat adonan hingga kalis elastis, ikuti step by step pada resep, hingga ketika dibulatkan permukaannya halus licin. Bulatan yang halus dan licin akan membentuk donat yang bulat cantik ketika digoreng/merekah.
Istirahatkan adonan lk. 20 s/d 30 menit (tergantung cuaca), tutup dengan plastik spy permukaannya tidak kering.
Lubangi bagian tengahnya, goreng dengan panas sedang (supaya donat matang sempurna sampai kebagian dalam).
Menggunakan sumpit, buat gerakan memutar pada lubang donat ketika donat mulai digoreng dan merekah, agar bentuknya membundar cantik. Gerakan memutar (sentrifugal) akan membantu terbentuknya donat yang bundar.
Bila salah satu sisi sudah kuning kecoklatan, segera balik, teruskan menggoreng sampai kedua sisi coklat. Angkat. Tiriskan

Kalau saya, setelah proses proofing pertama, adonan saya taruh di nampan kotak yang sudah ditabur terigu sebelumnya, trus bagian atas adonan juga saya tabur terigu biar ga lengket. Lalu adonan saya gilas sampai pada ketebalan yang diinginkan, langsung cetak menggunakan cetakan donat. Jangan lupa cetakannya juga dicelup ke terigu ya biar ga lengket di adonan. Setelah beres semuanya, saya diamkan lagi sekitar 30 menit, baru deh digoreng.

Saturday, February 8, 2014

Pennylane Brownies

pennylane brownies

Hwaaa... Punya utang postingan banyak beneeeeeer.. Gara-gara males ngeblog, tapi baking jalan terus. Apalagi ditambah dengan bedol blog alias mindahin semua postingan yang berhubungan dengan baking dari Celoteh Bebas kesini, makin banyak lah si PR. Yo wis, mulai dilunasin satu-satu ah.

Setelah puas dengan uji coba pennylane brownies pie dan tau gimana legitnya si killer brownies, jadi ngiler pengen bikin versi brownies aslinya (maksudnya bukan sebagai isian pie). Resepnya saya posting lagi ya

Pennylane Brownies by Riana Ambarsari
saya buat 1/2 resep saja, dengan sedikit modifikasi
4 butir telur
360 gr gula pasir -- saya pakai gula halus
210 gr tepung terigu
1/2 sdt garam
1 sdt vanili bubuk
60 gr coklat bubuk
225 ml minyak goreng
120 gr kenari -- saya skip
85 gr chocolate chip -- saya skip
almond iris secukupnya untuk taburan

Cara Membuat:
Aduk telur dan gula halus dengan menggunakan wisk sampai tercampur rata, ga perlu sampai mengembang
Masukkan campuran terigu, coklat bubuk, vanili dan garam secara bertahap sambil diaduk rata
Masukkan minyak goreng, aduk rata.

Tuang ke loyang brownies yang tingginya 4cm, setelah sebelumnya dialasi kertas roti & disemir minyak goreng atau margarin.
Taburi bagian atasnya dengan irisan almond.
Panggang dalam oven di suhu 150-160 dercel selama kurang lebih 45 menit atau sampai matang.

Alhamdulillah.. Bisa dibilang sukseeeeees.. Soalnya lapisan film tipis di bagian atas brownies muncul euy. Tekstur browniesnya juga (kayaknya) bener: kering di luar, moist di dalam. Kenapa saya tulis kayaknya? Soalnya pas dah agak dingin, penasaran saya potong-potong lah si brownies. Ternyata bagian dalamnya kayak masih basah gitu. Baca-baca di webnya mba Ferona katanya emang kayak gitu teksturnya. Jadi bukan basah dalam artian belum matang, melainkan moist, ciri khasnya si brownies. Tapi merasa belum yakin, saya browsing lah penampakan brownies bagian dalam yang benernya seperti apa. Ternyata hasilnya beda-beda *jadi puyeng, hihi.. Ada yang bener-bener keriiiing, ada juga yang lebih basah dari brownies saya. Ah yang penting mah dari rasa enyak enyak enyak.. Jempol banget deh buat pemilik resepnya (y)

pennylane brownies panggang

Friday, February 7, 2014

Pennylane Brownies Pie

Sejak pagi, gerimis turun membasahi bumi Serpong. Sempat berhenti, tapi cuma sebentar aja, sampe saat postingan ini ditulis, masih saja gerimis disini. Pas liat stok cemilan, semua kosong. Roti maryam isi, habis. Pie susu spesial tinggal 1, toples kuker juga kosong melompong. Yak, saatnya kembali berjibaku dengan alat-alat perang, telur dkk-nya demi nyediain cemilan homemade penuh cinta *lebaaay* buatan sang emak. Karena cemilan ini didekasikan full untuk juragan cilik, jadi kudu bikin yang bener-bener dia suka, daaaan yang terpikir adalah mini brownies pie. Tapi kalo bikin kayak gitu lagi kok kayaknya bosen ya? Secara dah beberapa kali bikin dengan resep yang sama, pengen coba resep brownies yang beda, tapi tetap legit dan ga terlalu nyoklat (pengalaman bikin super fudgy brownies, daffa ga doyan samsek). Akhirnya pilihan pun jatuh ke resepnya mba Riana Ambarsari NCC, apalagi kalo bukan si Pennylane Brownies yang sudah tenar seseantero jagat maya itu?

Untuk resep crust, saya balik lagi make resep yang tanpa telur. Alasan pertama, demi mengirit telur yang harganya mulai naik-naik ke puncak gunung, di warung dekat rumah. Alasan lainnya karena pengen crust yang lebih crunchy. Resep asli browniesnya tadi saya lihat di blognya mba Ferona.

pennylane brownies pie


Resep Pennylane Brownies Pie
Crust by Nina Agustina

175 gr terigu protein sedang
1/2 tbs (7 gr) gula halus
113 gr salted margarin -- saya mix dengan salted butter
50-60 ml air dingin

Cara Membuat:
Campur margarin, terigu dan gula halus, aduk menggunakan garpu sampai berbulir.
Tambahkan air sedikit demi sedikit, hingga adonan tidak lagi menempel di wadah. Jika adonan dirasa sudah cukup mudah untuk dibentuk (ga mawur lagi), hentikan penambahan air.
Masukkan ke kulkas, diamkan selama 30 menit.
Keluarkan adonan dari kulkas, ambil secukupnya, pulung adonan lalu cetak di cetakan mini pie.
Tusuk dasar pie dengan garpu plastik agar tidak melembung ketika dipanggang.

Filling by Riana Ambarsari
saya hanya pakai 1/4 resep saja, dengan sedikit modifikasi
4 butir telur
360 gr gula pasir -- saya pakai gula halus
210 gr tepung terigu
1/2 sdt garam
1 sdt vanili bubuk
60 gr coklat bubuk
225 ml minyak goreng
120 gr kenari -- saya skip
85 gr chocolate chip -- saya pakai sedikit saja hanya untuk taburan
almond iris secukupnya untuk taburan

Cara Membuat:
Aduk telur dan gula halus dengan menggunakan wisk sampai tercampur rata, ga perlu sampai mengembang
Masukkan campuran terigu, coklat bubuk, vanili dan garam secara bertahap sambil diaduk rata
Masukkan minyak goreng, aduk rata.

Penyelesaian:
Tuang filling ke adonan pie sampai kira-kira 3/4 penuh. Taburi dengan bahan taburan (choco chips atau almond iris). Panggang dalam oven di suhu 150-160 dercel selama kurang lebih 45 menit atau sampai matang.

Hasilnya enyaaak.. Atasnya kering, dalemnya moist, rasanya legiiiit, dipadu rasa crust yang renyah dan gurih. Ga lama setelah dikeluarin dari oven, daffa langsung nagih, dan sukses menghabiskan 2pcs pie, begitu juga dengan saya. Andai ga inget kalo saat itu belum makan siang, kayaknya pengen nambah lagi *laper apa doyan ya? haha.. Dan yang bikin surprise, lapisan mengkilap di bagian atas brownies muncul tanpa disangka-sangka, padahal sebelumnya ga berharap banyak bisa sampai seperti itu. Wong ga ada trik atau tips khusus yang dipake biar si mengkilap itu bisa muncul, eeeh dia muncul sendiri, hihi.. Cumaaaa berhubung cuacanya mendung all day long, jadi susah buat ambil fotonya. Terpaksa deh jeprat-jepret di dalam ruangan dengan pencahayaan seadanya, ditambah lagi kamera yang dipake cuma kamera pocket biasa, jadi lah tambah pas-pasan fotonya. Tapi gapapa lah ya, ketimbang ga ada dokumentasi sama sekali, hehe.. *soalnya kalo disuruh bikin lagi, belum tau kapan, nunggu yang ini abis dulu.

Note: menurut mba Ferona, lapisan film tipis di bagian atas brownies itu bisa muncul kalo telur dan gula sudah dikocok sampai mengembang, lalu oven sudah dipanaskan di suhu tinggi sebelum adonan masuk. Jadi perpaduan 2 hal ini lah yang dipercaya akan memunculkan penampakan khas brownies yang mengkilap itu. Tapi tadi saya cuma pake whisk dan pengadukan pun ala kadarnya, tetap bisa muncul juga. Entah kenapa *bingung tapi seneng.

Pie Susu Spesial

Tadinya pengen ngasih judul "Pie Susu Premium" tapi kok kayaknya rada lebay ya? hihi.. Jadi lah kata premium diganti spesial aja, biar terdengar *eh terbaca ya?* lebih halus. Kenapa spesial? Soalnya bahan bakunya emang bener-bener bahan berkualitas semua, yang kalo dijual bisa-bisa harga per pc-nya mencapai 8000 rupiah *menurut itungan kasar ala saya, hehe..

Pertama nemu resep ini kayaknya secara ga sengaja, tapi lupa karena apa. Intinya lagi blog walking, tapi bukan khusus nyari resep pie, ndilalah terbaca lah resep spesial ini oleh mata saya di webnya mba Ferona. Buru-buru saya bookmark takut lupa. Nah kemaren kebetulan abis main-main ke supermarket, iseng ambil whipcream kemasan kecil yang 250 gram. Awalnya kepikiran mau bikin es krim, tapi entah kenapa justru kepincut sama resep yang ini.

egg tart, pie susu

Resep Egg Tart (Pie Susu) ala Mama Camila

Filling:
saya hanya pakai setengah resep saja
4 kuning telur
200 cc whipcream cair dairy -- saya 110 ml
1/2 kaleng susu kental manis -- saya 2 sachet skm
garam secukupnya
vanili secukupnya

Crust:
150 gr terigu
2 sdm maizena
1 1/2 sdm gula halus
1/4 sdt garam
1 kuning telur
100 gr mentega

Cara membuat (ala saya):
Crust: aduk terigu, maize, gula halus dan garam hingga tercampur rata. Tambahkan kuning telur dan mentega, aduk menggunakan garpu hingga berbutir-butir, simpan dalam kulkas selama 15-20 menit. Cetak dalam cetakan pie kecil, tusuk-tusuk bagian dasarnya dengan menggunakan garpu, sisihkan.
Filling: campur semua bahan, aduk rata.

Penyelesaian: tuang adonan filling ke dalam crust sampai penuh, oven dengan menggunakan api atas bawah pada suhu 150 dercel selama 50 menit atau tergantung oven masing-masing. Jika adonan filling terlihat-lihat meletup-letup, kecilkan suhu sedikiiiiit saja, lanjutkan memanggang sampai matang. Keluarkan dari oven, tunggu sampai agak hangat, keluarkan dari cetakan. Lebih nikmat kalau dinikmati dalam keadaan dingin kulkas.


Untuk crust, saya bikin full 1 resep, sedangkan fillingnya hanya setengah resep dan hasilnya sekitar 9pcs pie (tapi masih ada sisa crust-nya sih). Yang saya suka dari resep ini adalah proses pembuatannya yang simpeeel banget, cukup aduk-aduk pake garpu (metode all in one), selesai deh. Jadi ga perlu ninggalin banyak perabotan kotor di bak cucian, haha.. Oya, saya agak kesulitan pas ngeluarin pie dari cetakan, entah kenapa. Soalnya untuk resep-resep pie sebelumnya (kebetulan saya pake resep crust yang tanpa telur) hampir ga ada yang lengket di cetakan. Apa karena waktu memanggangnya masih kurang lama ya? Next time saya coba di 60 menit deh, biar crust-nya juga kuning kecoklatan, bukan kuning pucat seperti tadi. Satu lagi nih masalahnya, meski saya sudah pake suhu rendah, tetap saja ada adonan filling yang meletup-letup saat di dalam oven dan meninggalkan lingkaran kecil setelah pie dikeluarkan dari oven, jadi ga bisa muluuuus sempurna gitu. Apa itu artinya suhunya masih kepanasan ya? Ada yang tau? Share dong ^__^

Oya, pas adonan masih di dalam oven, komentar daffa adalah "hmm... baunya enaaaak", karena emang wanginya langsung menyebar ke seisi ruangan. Begitu matang, saya coba gigit sedikit pas masih hangat, ternyataaaaaa... enyaaaaaak.. Daffa juga langsung habis 2 pcs. Katanya rasanya juga enak dan saya dilarang keras bawa camilan ini ke toko, haha.. Kalo dia dah bilang gitu, berarti camilan ini emang uenaaak dan legiiit.. pas sama seleranya dia. Alhamdulillah, ga sia-sia bikin camilan dengan bahan-bahan yang relatif mahal, hihi..

pie susu spesial